Showing posts with label Salam. Show all posts
Showing posts with label Salam. Show all posts

Tema Sekarang… Mmm… Musik Aja Ya :D

on Thursday, November 1, 2012

Dunia blogging memang berbeda dengan beberapa waktu yang lalu. Sejak sebelum munculnya Blogspot, Worpress dimana membuat orang selalu ingin menulis dan menulis walaupun hanya menggunakan html dengan hyperlink, hingga menulis tinggal publish. Kemudian karena menulis itu membutuhkan waktu dan tenaga akhirnya muncullah ide untuk membuat celetukan-celetukan, jadi tidak butuh waktu lama untuk menulis, maka lahirlah twitter dan facebook yang begitu booming hingga sampai saat ini. Dari ngeblog yang panjang, dan ngetwiit yang pendek, akhirnya mucullah ide untuk membuat tulisan pertengahan, maka twitter membuat Medium (dalam tahap develop), yaitu tengah-tengah tidak panjang dan tidak pendek.

Tapi sejujurnya saya masih lebih suka ngeblog dibanding nge-twit ataupu facebook, karena pengarsipannya kurang bagus. Walaupun frekuensinya sudah berkurang, namun saya berusaha untuk ngeblog entah itu sebulan sekali ataupun setahun sekali Senyum dengan mulut terbuka (Wuahhh luamanya.). Ya memang masih banyakan bikin status, karena simple ndak sampai 1 menit.

Kalau dulu saya mengambil tema komputer, tetapi sekarang saya rasa sudah banyak pe-review perangkat lunak, beda dengan waktu dulu proses install saja masih banyak yang bingung, kalau sekarang yang penting ada link download sama fungsinya sudah beres, kecuali kalau ada tips-tips mungkin akan saya masukkan. Atau kalau ada software yang unik mungkin tetap saya review, tapi dengan tetap mengusung semangat freeware ataupun trial. Saya tidak akan membahas dunia cracking/serial number atapun keygen, karena saya merasa kasihan dengan yang mebuat software sudah susah-susah bikin, eh bajakannya disebarluaskan juga. Kalau dapat software bajakan off deh ditempat saya nggak bakalan di share.

Saat ini saya lebih cenderung ke musik. Karena saya merasa sangat sedikit blog yang membahas musik, seperti tutorial main piano, main harmonika, seruling ataupun lainnya. Kebanyakan tutorial yang saya temukan hanya sekedar jalan, baru dua bab sudah off. Lagian sayapun juga belajar, karena belajar yang paling efektif adalah dengan mengajarkannya. Kalaupun tidak ada yang membaca, ya dibaca sendiri, bukankah blog ini sangat efektif untuk pengarsipan tulisan.

Selamat Datang Kota Malang

on Sunday, January 27, 2008
Rasanya baru kemarin aku menginjakkan kaki di Gresik. Dari lantai dua laboratorium komputer Dari lantai dua laboratorium komputer aku pandangi bangunan-bangunan yang tidak akan mungkin aku lupa. Semuanya membawa berbagai kenangan selama satu setengah tahun. Aku tersenyum sendiri, masih ingat tatkala aku diterima di SMP Swasta vavorit favorit di Gresik, rasanya tak percaya, dan waktu itu aku tidak kefikiran sama sekali untuk berpindah tempat kerja.

Tetapi setelah satu setengah tahun, ternyata planning manusia itu mudah berubah, dan setelah melalui pemikiran panjang, melalui pertimbangan sana-sini dan tak lupa berdoa juga, akhirnya keputusan yang bisa kuambil adalah pindah kerja ke tempat yang baru. Masih berkutat dengan dunia pendidikan juga, terhitung mulai bulan Februari mendapat amanah untuk mendidik di SMP Negeri 1 Malang. Walaupun saya adalah sarjana fisika dengan kemampuan biasa, tetapi seringkali saya dipercaya memegang bidang study TIK atau komputer, maklumlah waktu kuliah saya paling suka komputer dibanding kuliah hehehe.

Selamat Tahun Baru Masehi 2008

on Wednesday, January 2, 2008


Saya pribadi mengucapkan Selamat Menyongsong Tahun Baru Masehi 2008. Walaupun tahun ini disambut dengan kepedihan di beberapa tempat karena musibah banjir tetapi saya berharap semoga dengan bergantinya tahun ini bisa membuat semangat baru untuk melangkah. Bisa membuat harapan baru agar mampu memplaning tujuan kedepan dengan lebih baik. So, lupakan semua hal buruk ditahun-tahun sebelumnya. Semoga kesuksesan saja yang akan kita dapat dan ridho dari Alah tentunya.

Akhirnya Ke Ubuntu Juga

on Sunday, August 12, 2007

Setelah dikompori Kakakku berkali-kali, akhirnya akupun download dan install Ubuntu Fiesty di Labtop. Waalupun selama ini saya kurang sreg dengan desktop Gnome, eh ternyata nyaman juga. Ubuntu ternyata juga enak.



Resolusi
Tapi syaratnya satu, kalau tidak ada internet pasti saya kalang kabut luar biasa, apalagi tidak punya 4 DVD repository. Bagaimana tidak, mp3-nya harus download codec-nya, terus resolusinya hanya 1024x768 padahal laptoku resolusi terbaiknya 1200x800. Hampir satu jam aku cari-cari untuk merubah resolusi. Setelah googling dengan kata kunci resolusi ubuntu saya ketemu dengan beberapa link berikut. Link ini saya masukkan barangkali kalau salah satu dari cara berikut ini bisa anda pergunakan jika mengalami hal yang seperti saya rasakan :), yaitu :
1. http://ubuntulinux.or.id/blog/2007/06/25/resolusi-monitor/ ,ehem namun masih belum bisa juga. Tetapi saya jadi tahu kalau letak file resolusi ada di /etc/X11/xorg.conf
2. http://makassar.linux.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=20&Itemid=1 , wah saya sangat optimis kalau dari tutorial ini bisa, karena waktu dimandriva untuk menyesuaikan resolusi menggunakan 915resolution. Tetapi walaupun setelah install 915resolution dan sudah tak restart, laptop ini masih tetap saja beresolusi 1024x768.
3. http://widi-atmono.blogspot.com/2007/05/ubuntu-resolution.html ,masih belum menyerah saya mencari tutorial lagi dan ketemu situsnya Mas Widi ini, yang menunjukkan cara menyetel 915resolution setahap demi setahap. Sayapun lebih yakin lagi, kalau dari tutorial Mas Widi ini pasti mampu menyetel resolusi di laptopku. Namun akupun harus gigit jari, karena walaupun sudah tak log off ataupun aku restrat belum ada perubahan.
4. Akhirnya aku utheg-utheg lagi file /etc/X11/xorg.conf dan aku mencoba memelototi tulisan di file tersebut. Saya dipertemukan dengan perintah sudo dpkg-reconfigure -phigh xserver-xorg untuk update otomatis. Dengan agak pesimis aku mencoba menulis peritah tersebut di console, kemudian di hadapkan pada menu VESA dan tinggal pilih resolusi yang ingin digunakan. Alhamdulillah terselesaikan.



Hmm memang benar kalau mau install XMSS tinggal ketik sudo apt-get install xmms maka xmms sudah ada di hadapanku, karena aku paling demen menggunakan XMMS.



Hmm sekarang lagi nyoba sudo apt-get instal wine...



Kalau ada cerita nanti saja tak tulis kembali.

Lisensi Windows

on Sunday, June 17, 2007

Minggu kemarin ada dua hal yang menarik dan menggelitik saya. Salah seorang kawan lama saya sekarang berprofesi sebagai penjual komputer malam-malam menghubungi saya. Dia tanya-tanya perihal linux ke saya, karena saat ini di wilayah Tulungagung dan Trenggalek sedang gencar-gencarnya obrakan Windows (begitulan teman saya menyebutnya) dari Kepolisian.



Sementara di kantor saya Laptop Acer dengan windows xp bundelan (OEM) terkena virus sehingga Windowsnya jalan luammmmmmbuat banget atau bolehlah dikatakan ngadat, karena saking lamanya. Pinginnya langsung saya format saja, karena energi untuk membasmi virus yang beranak pinak itu bisa lebih lama ketimbang melakukan installasi ulang. Tetapi dari bagaian IT sekolah melarang keras karena akan merusak originalitas windows.



Akhirnya sayapun menghubungi Microsoft Surabaya, dan katanya tidak masalah melakukan installasi windows ulang, asalkan setelah selesai intallasi melakukan aktivasi lagi, sayapun belum bertanya dikenakan biaya apa tidak jika melakukan aktivasi. Sayapun memberi tahu kalau windows saya adalah windows OEM, atau windows yang sudah satu paket dengan produk acer. Sayapun disarankan menggunakan CD Recovery yang diberikan Acer. Setelah saya coba ternyata tidak ada Recovery windows dari cd tersebut, dan kembali lagi saya menelephone ke Microsoft Surabaya kalau dalam CD tersebut tidak ada recovery windowsnya. Kemudian saya disarankan menghubungi Acer Surabaya, karena untuk OEM segala kewenangan perihal sistem operasinya sudah disarankan sepenuhnya ke pihak tersebut (Acer). Selanjutnya saya hubungi Acer Surabaya dan ternyata disarankan untuk membawa Laptopnya ke Acer Senter untuk dilakukan Recovery Windows dengan biaya Rp 110.000,00. Akhirnya laptop itu saya serahkan saja ke bagian IT sekolah, karena kalau menyangkut pembiayaan, saya tidak ada kewenangan.



Dari dua masalah tersebut jelas sekali bahwa bangsa ini adalah bangsa yang rentan. Rentan karena dalam menghapi sebuah kebijakan tidak jelas. Sudah seharusnya pemerintah Indonesia mengambil tindakan tegas mengenai penggunaan software ini. Jangan hanya menggunakan sistem gerilya, kadang di grebek kadang tidak, kayak cari-cari untungnya segelintir orang saja.



Saya masih ingat dulu tahun 2003-an waktu pertama kali Undang-undang HAKI disosialisakan maka kebanyakan orang tidak mempermasalahkan itu dan banyak yang mencoba alternatif software terjangkau lainnya dalam hal ini Linux. Tetapi karena pertumbuhan Linux begitu pesat kayaknya mengancam keberadaan Windows, sehingga penggerebekan dilonggarkan lagi. Tetapi setelah mulai banyak pengguna bajakan penggerebekan dilakukan lagi, kemudian dilonggarkan lagi. Wis begitu terus tidak pernah selesai.



Kadang sayapun juga masih bingung. Apakah polisi dan badan yang menangani HAKI mengetahui kalau sebuah software yang terinstall di dalam windows itu original atau bukan. Katakanlah misal kita menggunakan windows asli maka seperti yang saya ketahui dalam versi OEM akan diberi serial aktivasi dan sebuah stiker windows. Tetapi bagaimana jika kita membeli Lisensi Corel, Adobe, Office (yang barangkali lisensi tersebut hanya mampu di beli oleh seorang /perusahaan yang kaya raya) apa buktinya? Karena jika kita melakukan aktivasi biasanya hanya melakukan transaksi via web sedangkan serialnya diberikan melalui e-mail/telephone? Nah tuh kan? Sebenare yang di obrak itu Windowsnya saja atau semuanya? Nah, jadi nggak jelas bukan? Dan yakinkah anda kalau Windows yang digunakan di kantor polisi itu orisinil? Hehehe.. tapi kalaupun tidak orisinil pasti sama pembesar Windows sudah di beri yang orisinil.



Sebenare pemerintahlah yang harus bertanggung jawab. Jika memang serius lakukan penggerebekan besar-besaran, dari rumah ke rumah, kantor ke kantor, perusahaan-perusahaan, sekolah ke sekolah dan semua komputer yang ada di indonesia ini. Supaya tercipta iklim penggunaan software yang baik.  Janganlah menggunakan sistem gerilya, karena yang diuntungkan hanya segelintir bagian saja. Bagaimana pihak pemerintah, HAKI, ataupun Asosiasi Software yang merasa dirugikan dengan pembajakan? Siap nggak melakukan hal ini.

Guru Juga Manusia

on Sunday, May 6, 2007

Belakangan ini kalau membaca media seringkali saya menemukan seorang guru melakukan hukuman fisik terhadap muridnya. Setelah tindakan tersebut pasti sang guru bakal di demo habis-habisan tanpa melihat akar permasalahan yang ada.



Saya katakan kadang memang sangat berat menjadi seorang guru walaupun disisi lain menyenangkan juga. Sebagai seorang guru ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Semarah-marahnya kita, sesumpek-sumpeknya kita jangan sampai berbuat fisik terhadap siswa. Pokoknya itu harus dikendalikan.



Mengutip lagunya serius, bahwa Roker juga manusia, dan mengutip blognya Pak Iman kalau Pustakawan juga manusia, maka Gurupun juga manusia. Guru juga memiliki masalah pribadi, guru juga bisa pusing, guru juga bisa keluar kendali. Tetapi sebagai seorang guru biasanya saya selalu mengedepankan kepala dingin.



Dulu pernah saya tulis dan saya sangat berharap bisa menjadi guru yang sabar dan bisa care dengan siswa. Saya tidak pernah keras apalagi marah, karena mereka saya anggap sebagai seorang anak-anak. Sampai-sampai teman ngajar ngasih masukan ke saya, kalau saya itu orangnya terlalu lunak. Namun tahukan anda apa dampaknya? Anak-anak cenderung menyepelekan, seenaknya sendiri, dan susah diatur.Tapi itu untuk anak putra loh ya. Kalau anak putri kayaknya masih seperti yang saya harapkan, jadi walaupun antara siswa dan guru dekat namun mereka masih menaruh hormat pada pendidiknya.



Memang kadang kalau melihat nakalnya anak-anak kitapun bisa geram, lebih - lebih sama anak - anak yang sudah berbuat salah sedangkan kalau dikasih tau ngeyel banget, mbantah, malah sok benar. Jika sudah begini sayapun tinggal geleng2 kepala. Ada juga siswa yang cuek bebek berbuat apa saja nyantai banget, seperti tidak punya salah. Pernah juga seorang teman guru dari sekolah lain bercerita pada saya kalau dirinya pernah diajak berkelahi siswanya, namun dia tidak menggubrisnya, Apa tidak kelewatan banget.



Makanya saya tidak bisa serta merta menyalahkan guru yang main tangan sama muridnya, walaupun jelas-jelas itu salah. Hal semacam itu perlu diruntut lebih detail. Yang kelewatan itu anaknya apa memang gurunya yang out of control atau gurunya yang tempramental.



Untuk itulah memang komunikasi antara orang tua dan sekolah sangat diperlukan disini. Paling tidak orang tua tahu sebenarnya anaknya itu bagaimana sih disekolah. Karena saya dulu pernah mengetahui juga anak tetangga saya ini sangat baik di rumah, tetapi di sekolah malah merokok, dan minum-minuman keras. Nah tuh kan? Pernah tahu juga seorang anaknya orang kaya di sekolah malah jadi pengopas teman-teman lainnya. Jadi kalau komunikasi antara sekolah dengan wali murid bisa jalan tentu semuanya bisa menghadapi persoalan semacam ini secara dingin. Karena selama ini jika ada masalah seperti yang saya tulis diatas mencuat maka yang jadi bulan-bulanan adalah guru.



Tapi tidak semua siswa putra seperti itu yang baik juga banyak. Dan sebagai pendidik pasti tujuan kita adalah supaya transfer ilmu bisa berjalan dan yang kita didik ini berhasil, bahkan bisa menjadi putra penerus bangsa. Wah.. smoga saja.Huwallohualam.

Alhamdulillah, 5 Tahun Online

on Friday, February 2, 2007

Saya tak menyangka ternyata web ini sudah 5 tahun online. Walau masih balita yang merangkak - rangkak, eh lima tahun itu masuk balita nggak ya? Tapi jelasnya masih kecil banget, saya beraharap web pribadi ini bisa menjadi sumbangsih saya untuk berbagi, bercerita ataupun sekedar mengeluarkan uneg-uneg yang ada di kepala. Entah itu berguna apa tidak yang penting ditulis saja.



Setelah saya evaluasi kembali, di tahun ke empat saya sudah jarang menulis. Tahu sendirilah kalau tugas sudah mengumpul rasanya otak ini sudah sulit diajak berfikir menulis, padahal pinginnya setiap minggu ada tulisan baru. Saya rasa benar juga, kalau lama tidak menulis wah.. susah buanget mau menulis lagi. Padahal dulu waktu sering menulis rasanya menulis itu menyenangkan. Yach memang mesti dipaksa, biar pikirannya nggak buntu terus.



Rencana kedepan situs ini, rasanya masih tetap seperti ini dulu, targetnya menulis seminggu satu tulisan moga - moga bisa kesampaian. Kalau rencana perubahan total rasanya nggak ada deh, saya lebih menitik beratkan untuk all out di sekolahan dulu, soalnya masih memiliki seambreg planing yang harus saya realisasikan.. Hmm mumpung masih muda dan memiliki tenaga extra kan.. cie..

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H

on Sunday, October 29, 2006

Saya pribadi mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1427 H. Minal Aidzin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Hmm hmm.. barangkali ada kesalahan kata baik disengaja maupun tidak saya sangat berharap pintu maafnya terbuka lebar.

Dan anak SMP memang tetap anak SMP

on Wednesday, June 28, 2006

Kemungkinan terbesar saya mesti kembali ke dunia SMP. Yaitu dunia anak - anak yang baru lulus SD. Dunia yang pernah saya geluti setahun kemarin walaupun tahun kemarin hanya dua bulan aktive. Memang bukan seperti SMA yang merupakan dunia pencarian jati diri tetapi dunia anak - anak yang akan sedikit beranjak dewasa. Tingkah laku anak - anak SMP kadang tidak jauh berbeda dengan anak - anak SD. Masih ingin di perhatikan, masih jahil, dan kadang masih suka main - main. Ya mirip - mirip anak SD lah tetapi agak dewasa sedikit.



Sebagai seorang calon pendidik maka saya perlu mengetahui apa yang diinginkan anak didiknya. Di awal saya mengajar, saya katakan bahwa seorang guru bukanlah segala - galanya. Seorang guru hanyalah partner belajar siswa di sekolah. Saya memposisikan diri sebagai partner karena arus informasi saat ini sangat cepat. Ada kalanya seroang murid walau tataran SMP lebih pandai dari pada yang ngajar dan saya rasa ini wajar.



Kebanyakan murid - murid saya agak kritis. Maklumlah Karena latar belakang mereka yang kebanyakan dari keluarga yang berpendidikan pula. Kalau sekali saja bertanya maka akan dikejar terus dan dijamin sampai gelagepan hehehe…



Tetapi tidak apa - apa karena saya juga sering menanamkan kepada siswa, “Senyampang seorang guru masih mengerti, maka ambil semua ilmu yang dimiliki, bertanyalah terus.”



Maklum saya masih baru. Saya yakin satu tahun kemudian pasti semuanya sudah hafal di luar kepala, karena yang dipelajari hanya satu bidang studi saja.



Saya pernah bertanya, “Sebenarnya kayak apa sih type pengajar yang kamu sukai?” Rata - rata mereka menjawab kita suka seorang guru yang dekat dengan murid, yang suka bermain dengan murid, dan kadang juga harus jahil juga dengan murid. Sayapun mencoba bertanya lebih selidik, jahil yang kayak apa. Dan mereka menjawab, jahil yang seperti suka menginjak kaki, menarik tangan atau terserah yang penting jahil. Waduh… ini mau jadi guru yang baik atau jadi guru yang jahil ya :D. Aneh juga yang didinginkan malah bukan seorang yang cerdik pandai.



Jadi intinya seorang guru sekarang itu harus lebih memasyarakat dengan muridnya. Paling tidak, mengetahui apa yang menjadi keinginan muridnya, lha wong posisinya sebagai partner. Tetapi bagi saya no problem, yang penting saya harus bisa menempatkan diri sebaik - baiknya. Kapan waktunya bermain dan kapan waktunya serius. Bagaimanapun juga seorang pendidik harus punya bargaining position yang baik.



Yang saya inginkan adalah situasi belajar yang kondusif. Apa yang saya jelaskan dimengerti syukur - syukur kalau siswanya bisa mengembangkan pengayaan sendiri, alhasil bisa menjadi partner diskusi di kelas yang cukup menarik. Situasi belajar yang menyenangkan, yaitu seorang guru harus sepenuhnya perhatian pada anak didiknya dan anak didik juga mesti menaruh hormat pada pendidiknya. Artinya seorang murid tidak boleh takut dengan gurunya, atau menjadi guru yang menyenangkan. Bukankah situasi seperti ini yang dicari?



Untuk mengatasi kejenuhan saat jam - jam siang, saya harus memecah kebuntuhan itu dengan ice-ice break, entah itu cerita positif kesemangatan untuk meraih kesuksesan ataupun pertanyaan - pertanyaan matematika yang menarik.



Namun untuk pertamanya saya benar - benar terkejut. Generasi SMP yang sekarang ini jauh berbeda dengan jaman saya dulu. Sudah guru fisikanya “kereng” (=kejam), anaknya takut - takut lagi. Kalau anak sekarang kemampuan mengeluarkan pendapatnya sangat - sangat bagus. Juga dalam hal membatah jika yang kita katakan salah. Bahkan lebih parah lagi, kadang sesama gurupun “diadu domba”, loh pak jawabanya kok tidak sama dengan Pak ini, atau Bu ini. Wah kalau ini namanya ngetest.



Tapi disinilah asyik mendidik. Saya fikir, kayaknya lebih menyenagkan punya anak didik yang kritis ketimbang yang diam adem ayem saja.



Sampai - sampai sayapun beranggapan, pasti analis murid saya ini sangat tajam. Alhasil waktu ujian pertama saya mencoba mengkobinasi sedikit soal, “cekethek” hanya 10 % yang bisa mengerjakan. Sayapun kaget, hmm barangkali latihan akan kombinasi soal mereka kurang, walaupun kemampuan analisis mereka tajam.



Sayapun baru mengerti bahwa anak SMP adalah masih tetap anak SMP.



NB. Seorang Calon Guru Honorer Mapel FISIKA SMPM 12 GKB Gresik. Dan saat ini sangat menikmati pekerjaan barunya sebagai calon tenaga honorer :D.
Buat Pak Hon Jaelani : Wah sekarang kita bertengga :)

Lagi - Lagi Copet

on Sunday, April 16, 2006

Sebenarnya sudah beberapa kali seorang kawan sebut saja namanya Fulan bercerita pada saya bahwa naik angkot itu cukup mengerikan. Adik Si Fulan ini pernah mengalami penodongan di dalam angkot dengan jurusan yang sering saya naiki. Seluruh penumpang angkot harta bendanya dikuras habis. Di Jawa pos juga pernah saya jumpai seorang penumpang menulis di kolom metropolis watch bahwa saat naik Lyn yang biasa saya naiki, dirampas tas-nya juga. Seorang pengunjung warnet pernah bercerita pada penjaga yang kebetulan teman saya bahwa HP-nya pernah di copet di sekitar asrama haji pun saat naik angkot atau lyn yang biasa saya naiki.



Tetapi saya tidak percaya begitu saja kalau angkot yang biasa saya naiki se seram yang diceritakan beberapa teman saya tadi, saya masih merasa aman menggunakan lyn atau angkot jenis ini. Tetapi baru kemarin saya percaya bahwa lyn benar - benar tidak aman, karena saya tahu dengan mata kepala sendiri bahwa tiga orang yang berada di dalam lyn adalah pencopet.



Ceritanya Jum’at kemarin saya naik Lyn jurusan Wilangun. Lyn ke Wilangun ini adalah “saudara muda” dari lyn yang sering saya naiki seperti yang diceritaan di atas. Lyn yang saya tumpangi kali ini berisi 3 perempuan dan 4 laki - laki. Setelah sampai perempatan barat Asrama Haji Surabaya naik lagi dua orang laki - laki berpakain rapi, kemudian satu orang lagi gendut dan berbadan besar naik beberapa saat kemudian. Dimana akhirnya saya ketahui bahwa ketiganya ini adalah kawanan copet.



Sebelumnya tidak ada gejala yang aneh, semua lancar - lancar saja. Tetapi saya menaruh curiga pada orang yang gendut dan berbadan besar, setelah gelagatnya mulai mencurigakan. Saat ada tikungan, si Gendut ini pura - pura mau jatuh sehingga ia berpegangan pada tas penumpang di depannya. Bukannya berpegangannya dilepas, tetapi tangannya malah jahil, karena saya perhatikan mulai meraba - raba mencoba mengetahui isi tas. Namun tak lama kemudian tanggannya dilepaskan.



Setelah lewat Pompa Bensin Dharmahusada sebelum belokan pertama ke Unair, seorang laki - laki turun. Saat mencari jalan untuk turun dari lyn inilah saya perhatikan seorang pencopet yang lain mengampil HP dari saku celana sang korban, jadi cepat sekali prosesnya, sehingga si korban tidak merasa kalau HP-nya sudah berpindah tangan, karena memang gerakan untuk turun dari lyn ini agak dipersulit. Sayapun hanya tinggal istigfar saja, habis mau bagaimana lagi, kalau saya membantu bisa - bisa saya mati konyol. Dan saya memastikan kalau ketiganya adalah komplotan saat korban turun dan lyn dan mulai berjalan, ketiga orang ini tanpa di komando memperhatikan dengan seksama si korban. Saya melirik korban yang sudah di luar Lyn dan benar - benar tidak menyadari kalau HP-nya telah raib.



Ingin sekali saya keluar dari Lyn, cuman posisi saya sedang tidak bagus, dan saya tinggal berdoa saja, semoga hanya pencopet biasa dan bukan penodong. Tak beberapa lama kemudian tiga orang wanita turun, dan Sigendut berpindah ke tempat tepat di depan jalan untuk naik turun lyn, sehingga orang yang akan turun dipastikan agak kesusahan.



Seorang cewek tomboi naik sebelum belokan. Kelihatan dengan jelas kalau si Cewek nich membawa HP di kantong bajunya, karena telinganya disumbat dengan earphone. Belum sempat si Cewek Duduk, ketiganya beraksi, dengan mempersulit naiknya, seorang copet memaksa mengambil HP dari kantong bajunya. Si Cewek merasa ada yang tidak beres dan berkata,“He, iki opo - opoan rek?” (=He, ini apa - apaan rek?), sambil mempertahankan HP-nya. Namun apa daya HP-pun sudah berindah tangan. Tetapi nich Si Cewek benar - benar bermental Baja. Dia duduk sebenatar kemudian mencari - cari HP di saku bajunya. Setelah tahu kalau HP-nya raib, bukannya si Cewek takut, tetapi nyalinya benar - benar besar. Diapun menggertak si Copet yang ada di depannya.
“Heh, endi HP-ku pek, balikne!!!” katanya dengan nada tinggi. (Heh, mana HP-ku men, kembalikan).
“HP opo mbak, gak onok” kata copet. (HP apa mbak, tidak ada).
Eh si cewek bukannya takut malah jaket copetnya di bolak - balik dan tas yang dibawa copet diangkat, maka HP-nyapun jatuh ke lantai lyn, “Prak”. Dan si Copet-pun berkilah, “Oh iki loh mbak, loghor. Loghor mbak.” (=Oh ini loh mbak, jatuh. Jatuh mbak.)
Sesaat kemudian Si Cewek mendngarlakan lagi lagu - lagu-nya.



Sayapun sangat bersyukur ternyata sebelum sampai kampus B Unair ketiga Copet itupun turun bersama-sama. Dan saya sangat bersyukur karena sampai di tempat tujuan dengan selamat. Saat mau turun ingin sekali saya mendamprat si sopir yang menaikkan copet. Masak copet dinaikkan. Tapi niat tersebut saya urungkan karena mungkin si sopirpun juga takut :D. Saya hanya mencatat Plat nomor lyn tersebut. L XXXX XX. Sudah lyn plat ini saya black list.



Setelah urusan saya selesai dua hari kemudian sayapun kembali ke Keputih. Saya sudah berjanji dalam hati untuk dapat tempat duduk di depan dan tidak dibelakang. Mesti duduk di dekat sopir, jadi biar aman. Karena jujur saja saya masih agak trauma. Namun untuk mendapatkan tempat duduk di depan atau dekat sopir butuh waktu lama, ya demi ketenangan hatilah.



Seperti biasa jika di dekat sopir sayapun pasti mengajak ngobrol, hingga akhirnya saya ceritakan kenapa saya harus menunggu lama untuk dapat tempat duduk di depan. Saya ceritakan kalau saya masih agak trauma duduk di belakang, karena kemarin banyak sekali copetnya. Sopir-nya bukannya bertanya di daerah mana copetnya? Atau lyn apa yang ada copetnya? Tetapi malah berkata seakan - akan membela diri, “Kalau ada copet seperti itu sopir lyn-nya yang nggak tahu, kalau tahu pasti tidak bakalan dinaikkan.” Dan sayapun juga meyakinkan pada sopirnya kalau saya tidak akan pernah menyalahkan sopirnya, ya itu semua resiko naik lyn. Dan kitapun ngobrol sampai di Keputih.



Sesudah saya turun, kemudian saya lihat plat nomor lyn yang saya naiki loh sayapun kaget L XXXX XX. Ini kan lyn yang saya black list. Subhanalloh, ternyata sayapun tidak harus mendaprat sopirnya untuk membicangkan masalah yang saya alami kemarin. Ya sayapun harus berbaik sangka pada sopir lyn tersebut.



Semoga bisa diambil pelajaran bagi semua pengguna Lyn atau angkot. Selalu berhati - hati dengan barang yang di bawa, dan sembunyikan di tempat yang paling aman. Kalau bisa jangan duduk di belakang, tetapi duduklah di depan, karena di tempat tersebut yang save-nya memiliki prosentase tinggi.

http://OpenOffice.penamedia.com

on Friday, March 31, 2006

Sebenarnya saya itu kangen banget bisa menulis dan terus menulis, tetapi kadang ide di kepala ini tidak mengalir dengan lancar. Apalagi jika tidak ada sesuatu yang spesial, misalkan tidak sedang bepergian, maka tidak bisa menemukan apa - apa yang bisa ditulis di web ini.



Hal yang paling saya sukai selama ini adalah review software, nggak tau kenapa, saya seneng banget sama kolom tersebut. Sehingga daripada berlama - lama duduk terpaku akhirnya saya mencoba membuat tutorial OpenOffice, dan sudah saya luncurkan.



Hanya saja http://openoffice.penamedia.com akan saya kerjakan di sela-sela waktu luang yang saya miliki. Pengerjaannya juga macam - macam kadang di Windows, kadang di Linux. Walaupun saya lebih memamahi paket Microsoft Office tetapi saya pilih openoffice karena semangat free dan multiplatformnya. Sehingga baik itu pengguna Linux maupun pengguna Windows bisa mempergunakan situs ini untuk kursus. Saya mencoba menambahkan latihan soal di tiap bab supaya materi bisa lebih dikuasai.



Tutorial ini saya mulai dari Calc dahulu dan jika sudah selesai, rencana saya baru menginjak ke Writer, Impress dan program office, semoga targetnya bisa terpenuhi.



Saya tunggu feedback dan masukannya.



Ditulis dengan Leafpad pada Linux Puppy 1.0.8

Tak Terasa Sudah 4 Tahun Online

on Thursday, February 16, 2006

Perasaan baru kemarin saya menulis judul Tiga Tahun Online wah ternyata sudah setahun yang lalu. Walau agak terlambat saya kasih tau saja kalau umur web ini sudah memasuki tahun ke-4 atau masih balita he.. he.. Jadi wajar kalau masih banyak kekurangan disana - sini, kesemuanya masih dalam tahap belajar, yach seperti seorang balita yang berajalan mengenal dunia. Memasuki tahun ke empat ini setelah saya lihat - lihat belum ada perubahan yang begitu berarti, semuanya masih terasa stagnant, yach maklumlah yang punya web juga bukan orang terkenal.



Dan terasa sekali semenjak saya pisahkan dengan lirik nasyid mungkin menjadi lebih sepi, tetapi tak mengapa karena lirik nasyid makin ramai. Jadi maklumlah kalau jarang update karena yang main ke sini juga dikit. Bahkan beberapa rubrik juga jarang saya update, seperti Cerita Islam, Kreativitas, Nampang dan Karaoke Midi.



Mengenai cerita islam saya sudah jarang searching cerita islam, kalau kreativitas hmm sedang miskin kreativitas kali ya :), sedangkan nampang belum scan foto lagi sama karaoke midi mungkin cukup itu sajalah, karena server saya sudah penuh dan kelihatannya yang minat juga dikit jadi mungkin cukup itu sajalah, tergantung nantinya animo yang berkunjung serta ada server yang siap ditampungi midi berzip apa tidak.



Mengenai kedepannya grafis mungkin tetap, namun ada sebuah rubrik baru yang akan saya luncurkan, atau mungkin sebuah web baru, masih saya pertimbangkan. Tetapi sedikit bocoran saja kemungkinan sebuah tutorial yang masih saya rahasiakan, karena kalau saya katakan sekarang takutnya nggak jadi. Sudah saya kerjakan 25% untuk Kategory pertama, rencananya ada 4 atau lima kategory. Sama sebuah rubrik managerial yang akan diisi oleh kawan saya, kebetulan kawan saya bekerja di sebuah konsultan dan memiliki beberapa tulisan ataupun rangkuman buku. Nah ketimbang berada di PC saya sarankan untuk di OL-kan saja, sambil menunggu mungkin suatu hari nanti beliaunya ini memiliki blog sendiri, karena beliaunya jarang OL.



Sehingga selama empat tahun OL ini jika saya ada salah - salah kata mohon dimaafkan, ya maklumkan masih balita ... :) Minta doanya saja, walau ibaratnya sambil merangkak semoga saya masih bisa OL terus.

Kaos Oblong

on Monday, January 9, 2006

Barangkali peringatan takmir salah satu masjid di Surabaya beberapa waktu yang lalu ada benarnya juga. Sebelum khutbah di mulai ada peringatan cukup keras pada semua jamaah yang akan melaksanakan sholat supaya setiap kali sholat memperhatikan pakaian yang dikenakan, karena akan sangat mengurangi kekusyukan yang bersembahyang, habis gambarnya kaos itu kan macam - macam. Kalau diamat - amati banyak juga jamaah yang mengenakan Kaos Oblong seaktu ibadah jumat.



Bapak Takmir menganjurkan bahkan melarang penggunaan kaos Oblong merek Dagadu, yaitu sebuah kaos khas produk Jogja. Bukannya Pak Tamir anti pati dengan kaos tersebut, tetapi perlu diingat bahwa Dagadu sendiri adalah umpatan yang cukup kasar, karena jika diterjemahkan dalam bahasa Jawa Timuran artinya “mohon maaf” adalah Matamu, sebuah umpatan yang kasar bukan? Lebih - lebih di pakai untuk sholat Jum’at bukankah amat sangat tidak tepat. Walaupun mungkin orang lain menilai itu seuah kreatifitas seni, tetapi kata - kata tersebut dengan alasan apapun memang sangat tidak layak untuk digunakan beribadah lebih - lebih ibadah Jumat.



Kemarin waktu sholat jamaah ashar ada juga orang tepat di depan saya menggunakan kaos Basket, yang lebih ironis lagi si pebasket di dalam kaos tersebut mengacungkan jari tengah kanan kirinya. Walaupun jari tengah jika di versikan Jawa Timuran bukanlah sebuah penghinaan tetapi pantaskah kaos semacam itu di pakai di tempat ibadah?



Ada juga kaos oblong bertuliskan Baca Gua Jitak, dan kata - kata yang lain. Tampaknya memang perlu dilihat - lihat lagi pakaiannya kalau mau sholat ke Masjid, sudah benar apa belum? Alangkah sangat tepatnya menggunakan pakaian yang sopan sehingga paling tidak cukup enak untuk dipandang.



Pernah juga ada yang menggunakan Kaos bertuliskan Makan enak di Resto… di bla.. bla.. bla.. yang semula berangkat ke Masjid tidak ingat makan wah jadi ketularan lapar, akhirnya waktu sholat yang teringat hanya makanan mlulu, Ini masjid apa restoran… nah jadi nggak kusyuk kan.... :) ada - ada saja.



Hayoo sebelum ke Masjid di lihat lagi, sudah layak apa belum pakaiannya? 

Tatkala Pemilik HP Harus Registrasi

on Tuesday, November 22, 2005

Kebijakan ini adalah kebijakan dari pemerintah yang paling saya dukung. Semua pemilik nomor HP harus mendaftar. Sekarang kita amati counter-conter HP menjual SIM-Chard sangat murah. Sebuah SIM-Chard IM3 lengkap dengan nomor baru hanya seharga 6.500 sudah termasuk bonus pulsa Rp 10.000. Bagi kebanyakan orang yang menggangap HP merupakan alat main - main pasti lebih baik membeli kartu baru ketimbang membeli voucer isi ulang yang Rp 10.000,- harus merogoh kocek Rp. 11.000,- Contohnya adik sepupu saya, dia lebih suka membeli nomor baru daripada membeli voucer, memang karena harganya yang gila-gilaan murahnya, untuk operator lain tak jarang ada tambahan sms gratisnya. Tak mengherankan jika di Indonesia nomor HP hanyalah nomor-nomor sampah yang bisa langsung beli dan buang.



Kalau sekiranya memang benar-benar untuk media komunikasi saya tidak begitu mempermasalahkan, tetapi kebanyakan hanya untuk melakukan teror. Entah itu teror sungguhan ataupun hanya main - main belaka.



Teror yang beneran adalah seperti yang terjadi di Vietnam dan di beritakan koran beberapa waktu yang lalu, di sana banyak kejadian bahwa HP digunakan sebagai pemicu BOM. Bukan tidak mungkin memang, karena kebanyakan pesawat HP dewasa ini sudah dilengkapi sistem getar.



Teror yang main - main adalah jenis teror yang hanya iseng. Entah itu mempermainkan teman sendiri ataupun orang yang ingin dikenal dengan berkali - kali melakukan panggilan tak terjawab atau misscall. Mengenai misscall, kalau di biarkan bukankah mereka akan bosan sendiri? Tunggu dulu, bukan masalah bosan tidaknya, tetapi kadang time yang digunakan memang tidak mengenal kebosanan. Kadang jam 11 malam, jam 12 malam. Padahal waktu - waktu itu adalah waktu kita untuk istirahat. Memang di matikan bisa saja, tetapi kadang orang itu lupa mematikan dan lain sebagainya.



Beberapa bulan yang lalu (alhamdulilah sekarang sudah tidak lagi) sering saya menerima teror jam - jam segitu. Jam 11, jam 12, jam 1 dari nomor yang gonta - ganti, kadang nomornya juga tetap. Akhirnya kalau malam saya matikan, tapi kadang lupa juga. Karena merasa terganggu, akhirnya waktu mendekati puasa beberapa nomor yang masih aktive misscall saya kasih message, “Mas atau mbak, kalau saya mepunyai kesalahan mohon dimaafkan, tetapi jangan ganggu saya.” Kalau ingin misscall mohon menggunakan waktu yang baik, misalkan jam 02.00 atau jam 03.00 lumayan kan ada yang membangunkan saya untuk sahur. :D, jadi misscall-nya ada gunanya.“



Alhamdulillah sebagian dari mereka ada yang memenuhi permintaan dari saya. Jadi jam 03.00 sudah ada yang miscall, kadang jam 02.30 ada yang miscall akhirnya sahurnya nggak pernah telat. Ya barangkali orang - orang tersebut merasa kalau saya peralat untuk membangunkan, akhirnya semenjak seminggu sebelum lebaran kemarin mereka sudah menghentikan aktivitasnya, saya nggak tau apa karena mereka miscall saya terorganisir atau karena hantinya terketuk sendiri - sendiri. Jadi tetap misterius, siapa saja ya mereka? Kalau sms balik mereka rata-rata mengatakan hanya iseng nomor atau salah nomor, usp.. tapi lo salah nomor kok berkali-kali.



Pernah juga ada orang cuman miscall melulu dan setelah tak kasih sms kayak diatas eh.. malah nelfon, dan ternyata suaminya adik sepupu yang di luar Jawa dan belum pernah sekalipun bertemu denganku, katanya takut kalau salah orang, sehingga hanya misscall saja.



Tetapi saya tidak pernah menanggapi orang - orang yang miscall, kecuali kalau pass hati saya ingin nanggepi ya saya tanggapi, tetapi kebanyakan tidak pernah saya tanggapi, biar yang misscall “ngaplo” dan “ngejen” he.. he.. he, tetapi kalau orang yang kirim sms kemudian memperkenalkan diri, saya juga welcome.



Untuk itulah bagimanapun juga saya lebih suka jika semua pemilik HP dalam hal ini nomor hp di daftar. Kontroversi pastilah ada, lebih - lebih mereka yang selalu mengatasnamakan privasi menjadi terganggu, dan saya heran, sebenarnya privasi mana yang terganggu? Semacam telphone rumah, bukankah pemilik nomor rumah juga tidak merasa terganggu privacinya? Kecuali jika untuk tindakan - tidakan negative yang bertentangan dengan norma dan aturan pasti akan terganggu privacinya.



Namun perlu dicatat bagi pemerintah, jangan mentang - mentang ada registrasi HP lantas untuk mendapatkan formulir, untuk mengembalikan formulir serta untuk mengurus hal - hal yang berhubungan dengan hal itu walaupun diberitakan gratis tetapi di lapangan di kenai pungli. Kayaknya kita sudah wajarlah kalau budaya pungli itu sudah menjadi rahasia umum kita. Ya susah juga kalau seperti itu.



“TULULIT, TULULIT, TULULIT” (Bukan tulalit loh.. tetapi tululit) Hp jelekku berbunyi lagi.. Ugh… misscall lagi :?

Pamit Pulang Kampung Dulu

on Saturday, October 22, 2005

Walaupun ramadhan masih tersisa untuk beberapa waktu, tetapi saya pamit mudik dahulu, sekalian mengucapkan Selamat berhari raya Idzul Fitri, Maafkan Lahir dan Batin atas semua salah yang pernah terucap dan saya perbuat di masa - masa yang telah lewat.  Insya Alloh Pulang ke kampung lumayan lama sekitar 3 minggu, dan ke Surabaya lagi sekitar hari Sabtu 12/11/05, Doakan saja semoga koneksi TelkomnetInstan-nya lancar, maklumlah di kampung.. pung, Sehingga tidak njamin bisa koneksi Internet.  :)

Ramadhan, Momentum Untuk Mendekatkan Diri Pada Sang Kholiq

on Sunday, September 25, 2005

Sebentar lagi kita sudah memasuki bulan Ramadhan, dan Alhamdulillah karena kita masih di beri kesempatan menghirup segarnya udara ramadhan. Buat saya yang tinggal di Surabaya-Indonesia, ramadhan sendiri akan lebih terasa karena semua media baik itu televisi maupun koran - koran juga ikut beramadhan. Media tersebut akan menyuguhkan acara terbaik yang diharapkan bisa menarik minat pemirsa yang rata - rata berpuasa ini. Bahkan beberapa artis ataupun pelawak akan menjadi ustadz ataupun ustadzah guna mengisi acara televisi.



Namun ramadhan kali ini akan berbeda dengan ramadhan sebelumnya. Ramadhan kali ini akan di barengi dengan kegelisahan masyarakat. Suatu fenomena yang sebelumnya belum pernah terjadi. Lagi - lagi pemerintah yang nota bene adalah pilihan rakyat dengan sepihak menaikkan harga BBM tepat menjelang ramadhan. Masih menyisakan rasa yang pahit dari kenaikan sebelumnya, sekarang sudah dinaikkan kembali. Bahkan dikabarkan kenaikannya bisa saja mencapai 50%. Alasan yang dikemukakanpun masih klasik, yaitu karena naiknya harga minyak dunia.



Ya.. ternyata inilah pemerintah yang kita pilih. Kalau ada enaknya mereka diam saja, tetapi kalau ada susahnya rakyatlah yang menjdi korban. Mengapa kalau harga minyak dunia naik, harga minyak lokal juga naik. Tetapi giliran upah buruh dunia yang lain tinggi maka kebijakan pemerintah tidak akan pernah sampai ke arah situ. Anehnya lagi anggota dewan yang dulu saya pilih juga tidak ada suaranya sama sekali. Padahal ketimbang mereka sibuk memikirkan bagaimana menaikkan BBM dan menyalurkan subsidi silang bukankah lebih baik menciptakan lapangan kerja yang bisa membuat rakyatnya ini mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada pemerintah? Padahal mereka memiliki katebelece untuk mendirikan lapangan kerja yang baru ketimbang rakyat yang sudah “modal-madul” yang tidak memiliki modal ini :).



Tidak hanya di dunia ekonomi, sayapun sampai tak habis pikir, dunia olahraga yang semula lebih saya sukai karena jauh dari dunia politik yang hanya menguntungkan segelintir orang saja, ternyata juga ikut - ikutan bermasalah. Wah ternyata olahragapun juga turut syarat dengan berbagai kepentingan.



Kalau sudah begini mau bagaimana coba? Tampaknya ketimbang kita memikirkan tetek bengek dunia ini, ada baikknya ramadhan kali ini kita jadikan sebagi momentum untuk lebih mendekatkan diri pada sang khaliq. Sambil berdoa semoga segala keruwetan kehidupan ini, baik kehidupan pribadi maupun kehidupan dalam pemerintahan bisa di selesaikan bersama. Pemerintah yang kita pilih bisa mengerti kemampuan daya beli masyarakat dan masyarakat juga bisa menerimanya keputusan yang bijak.



Untuk menyambut ramadhan kali ini sekalian saya luncurkan sebuah e-book dengan judul Risalah Ramadhan, yang materinya saya dapatkan dari Pusat Konsultasi Syariah semoga bisa menjadi pedoman dalam berpuasa.



Hanya kepada Alloh kita berharap dan hanya kepada-Nyalah kita memohon Pertolongan. Huwallohualam.

Bersih - Bersih Rumah

on Saturday, August 13, 2005

Kalau saya lihat lagi, web ini kelihatannya merana banget, jarang ada tulisan baru, jarang berganti muka, “hiasan dindingnya” juga tidak berubah, akhirnya yang punya rumah jadi kelihatan jarang berkunjung. Padahal, setidaknya seminggu dua kali masih sempat “ngepel lantai”, masih sempat membersihkan “kotoran yang menempel” di dinding :D, serta masih sempat “bakar-bakar sampah”. Seperti rumah sungguhan saja :)).



Sekarang itu ceritanya lain. Dahulu bisa perhatian penuh dengan web ini, punya waktu luang, bisa memikirkan pengembangan web, ataupun menyempatkan diri untuk setidaknya menulis e-book, menulis kembali beberapa cerita islam, menambahkan text ke midi, baca - baca buku, bermain guitar bahkan kadang sampai terbentuk formasi nada.



Sekedar untuk diketahui, untuk mengisi sebuah rubrik paling tidak saya harus meluangkan waktu 1/2 sampai 1 jam, belum lagi jika harus nambah foto ataupun gambar, maka mesti mengeditnya dahulu. Review software kadang memakan waktu yang leeebih lama, kayak yang Damn Small Linux itu mesti nyoba - nyoba dulu sampai seminggu lebih. Ditambah lagi dengan tetek bengek iseng - iseng instalasinya dan software tambahannya, akhirnya bisa tambah berhari-hari lagi.



Sedangkan untuk menambah text ke midi, satu midi paling cepat memakan waktu 30 menit, itu sudah termasuk cepet banget. Bayangkan saja, yang pertama mesti cari midinya dulu di search engine, terus ngetik liriknya. Kalau tak hafal harus mendengarkan dari kaset/mp3. Bahkan pernah ampe 3 jam atau 4 jam untuk nambahin text tersebut ke dalam sebuah midi. Yach tapi juga namanya orang sudah terlanjur suka, he.. he.. he.. Akhirnya berhubung peminat serta feedback yang masuk sedikit, sementara ini midi karaoke baru-nya untuk koleksi pribadi saja. Kalau mesti upload saya kecapaian “usung - usung” filenya ke warnet, sudah capek-capek eh nggak ada gunanya :)).



Namun sekarang, saya sudah nggak bisa konsen 100% ke web lagi, karena harus ada yang dikerjakan, untuk bertahan hidup harus mengais - ngais rejeki yang disebarkan oleh Yang Maha Kuasa. Sehingga begitulah webnya kelihatan mangkrak. Tapi tak apalah, semoga seminggu sekali masih sempat menulis. Kalau tak sempat ya dua minggu sekali, atau sebulan sekali he.. he.. asal tidak setahun sekali saja. :D



Yang paling menyedihkan kalau sudah hampir sebulan tidak punya ide sama sekali untuk di tulis. Benar - benar kosong blong. Wah nulis apa ya? Kalau tidak punya materi alhasil seperti ini, tulisannya kemana - mana tidak ada ujung pangkalnya. Memang paling enak itu kalau habis jalan - jalan atau refresing. Idenya banyak yang keluar. Kayaknya sudah lama juga tidak jalan - jalan. Tapi mau jalan - jalan kemana ya? Kantongnya sedang tipis. Mendingan bersih - bersih rumah (baca=update web) semapunya saja. 

Kenapa Kita Mudah Terpecah Belah?

on Wednesday, July 20, 2005

Hati saya miris, sedih, dan kecewa, tatkala pada sebuah dusun di sebelah timur tempat saya dibesarkan di bangun sebuah mushola. Loh memang apa salahnya, bukankah membangun mushola itu bagus? Bukankah mensiarkan agama itu penting? Bukankah hal - hal semacam itu harus di dukung semua pihak?



Eh, tunggu dulu, jangan menuduh saya yang macam - macam. Permasalahannya kurang dari 100 m di sebelah barat mushola tersebut sudah ada mushola lama yang berdiri kokoh. Kalau dilihat dari pondasinya, mushola baru ini ukurannya memang lebih besar ketimbang mushola yang lama, tetapi alangkah baiknya jika mushola yang ada itu sendiri di rawat yang baik. Atau jika memiliki biaya alangkah baiknya mushola yang sudah ada di renovasi kembali. Bukahkah lebih baik?



Kebetulan di tempat saya juga ada beberapa orang pekerja yang sedang merenovasi rumah. Tatkala saya tanya perihal pembangunan mushola baru tersebut. Beberapa orang yang merenovasi rumah tersebut juga geleng - geleng kepala. Pada tidak tahu maksudnya, sambil berkata, “Nyapo yo, yen wong ISLAM iku dijak rukun angele ora mekakat, tapi yen dijak musuhan cepet banget, padahal agama ISLAM dewe ora ngajak umate eker - ekeran” (=Kenapa ya, orang ISLAM itu kalau diajak rukun sulitnya bukan main, tapi kalau di ajak berpecah belah cepat sekali, padahal agama ISLAM sendiri tidak mengajak umatnya untuk bermusuhan.)



Usut punya usut ternyata ada dua kelompok Yasinan di daerah tersebut. Yasinan adalah acara perkumpulan pembacaan surat Yasin, dan biasanya di gilir dari satu rumah ke rumah yang lain serta acaranya di laksanakan pada setiap malam jumat. Acara ini digunakan untuk mempererat warga desa biar tiap minggu bisa kumpul bersama, entah itu yang kaya, atau yang miskin, entah itu yang pejabat atau yang rakyat jelata, mereka bisa berkumpul serta bisa saling mengunjungi. Bisa saling bertukar informasi ataupun hanya untuk sekedar “jagongan” (=ngobrol).



Kelompok yang satunya adalah kelompok barat, dan satunya lagi kelompok timur. Nah yang kelompok barat itu base camp-nya adalah mushola lama, sedangkan kolompok timur belum memiliki mushola, akhirnya merasa perlu membangun kembali mushola untuk base camp-nya. Saya kurang tahu pasti apakah pembagian kelompok itu karena kelompok yang sudah ada terlalu banyak pesertanya, ataukah karena ada alasan lain. Tetapi masak kalau hanya perbedaan kelompok yasinan saja sampai - sampai membuat mushola sendiri. Tapi apa boleh buat, sayapun juga bukan orang berpengaruh di daerah, sehingga kalau ngomong macam - macam malah menjadi bumerang sendiri. Saya tidak tahu apakah kalau kita hanya mampu mendoakan semoga yang berselisih bisa dibukakan hatinya merupakan tindakan orang (=saya) yang mempunyai selemah - lemahnya iman.



Hingga harus kita akui mempersatukan orang islam sulitnya memang minta ampun. Bahkan orang yang perpindidikanpun sering kali harus terjebak dalam masalah ini. Dalam masalah suatu organisasi(baca= partai) misalnya, organisasi ISLAM sangat mudah dipecah - pecah, bermusuhan. Bahkan hasil muktamar organisasi biasanya awal perpecahan organisasi itu sendiri. Bahkan lebih lucu lagi, organisasi yang memecahkan diri tersebut akhirnya terpecah - pecah juga.



Tapi anehknya orang - orang bawah yang gak ngerti apa - apa juga turut musuhan. Padahal siapapun yang memimpin organisasi tersebut orang - orang bawah ini juga tidak akan kebagian apa - apa, tidak akan menjadi kaya, tidak akan diperhatikan nasib-nya. Ya tetap begitulah. Habis bagaimana orang - orang yang diatas sempat memikir yang bawah, lah wong sibuk ngurusi organisasi yang selalu eker - ekeran.



Orang desa yang tidak sempat mengenyam pendidikan SMP dan bekerja sebagai buruh bangunanpun tahu, kalau perpecahan itu bukanlah jalan yang baik, tapi kenapa orang - orang yang notabene berpendidikan malah melakukan. Ataukah memang teori tidak semudah praktek? Barangkali kita mesti menurunkan sedikit ego untuk kebaikan bersama. Hanya Alloh Yang Maha Tahu.

He.. he.. he.. Servernya Baru Lagi

on Tuesday, May 24, 2005

Alhamdulillah sekarang sudah menggunakan server baru lagi, semoga bisa lebih baik dari kemarin itu saja harapan saya :D. Barangkali akan ada pertanyaan, “Kenapa kok tidak digabung dengan liriknasyid.com saja?” Nah kalau yang ini biar liriknasyid.com isinya lirik - lirik saja dan tidak bercampur dengan data - data pribadi. Apalagi servernya kan server amanah? Kan mesti jaga amanah juga. Karena kalau yang situs pribadi ini kadang agak ngawur juga isinya he.. he.. he.. Takutnya nanti file-nya di http://liriknasyid.com malah berkelahi ha.. ha.. ha.. Ada - ada saja.



Server baru ini berada di di http://penamedia.com. Patungan sama mybrother, eh bukan patungan sih tapi lebih tepatnya ngikut mybrother. Sedangkan mau dikembangkan ke mana PenaMedia nantinya? nah kalau yang ini sedang kita godog bareng - bareng. Jadi situs ini bisa juga di akses lewat http://agusw.penamedia.com. Lebih-lebih sekarang cjb juga sudah ngasih banner di atas lagi. Emm.. padahal sudah dot kita di kasih cjb masih dikasih banner lagi. Tapi kalau mau ganti domain sudah terlanjur domain ini yang dikenal. Tapi tak apalah lambat laun semoga bisa diganti dengan domain http://agusw.penamedia.com. Padahal saya sudah menggunakan cjb itu 3 tahun. Ya lihat - lihat bagaimana kebijakan pihak cjb nantinya.  Untung saja liriknasyid-nya kemarin sudah di dot com kan.

Eh, Kok Malas Nulis Sih ?

on Friday, May 13, 2005

Tak terasa sudah lama tak menulis lagi. Rasanya saya agak males utuk nulis-nulis lagi. E.. emm kemalasan tersebut bukanlah karena rasa ogah-ogahan, tetapi dengan server yang ancur-ancuran, sering trouble;dari kehabisan domain sampai sering mati membuat capek. Misalkan nich ya sudah susah payah mengetik tinggal upload he. he.. he.. ternyata servernya mati. Kalau saya setiap hari bisa connect internet lumayan, tetapi karena untuk beinternet hanya mengandalkan warung internet (cyber cafe) jadinya tulisan yang semestinya di upload tak bisa terupload. Beberapa waktu kemudian ketika servernya nyala kembali ..eh.. Disketnya yang tertinggal. Makanya dari itu luamaaaa buanget tidak terupdate.



Ye… karena seperti yang saya ceritakan kemarin, sudah mbayarnya murah eh, minta fasilitas lebih :D. Rencana kedepan pinginya nyewa server lagi. Tetunya saya masih tetap setia “nebeng” mybrother… Jadi biar tetap satu server sama saudara sendiri. Makanya itu uploadpun menjadi lebih ogah - ogahan lagi. Sudah capek - capek upload eh, sudah harus pindah server lagi. Sekedar antum ketahui kalau server yang sekarang ini juga server pindahan. Dari server-nya gegar.biz menjadi gegar.us. Tetapi walau yang mindahi adalah pemilik server, perpindahan data - data semacam ini sangat menyulitkan bagi saya.



Jadi sambil menunggu dapat server yang OK, saya usahakan update se-mood perasaan saya. Karena jika mood-nya tidak bagus, ngetikpun menjadi “ngalor, ngidul, ngetan, ngulon” (=ke utara, selatan, timur, dan barat alias tidak menentu).